Feeds:
Posts
Comments


Oleh: Dr Shalih bin Ghanim bin Abdillah As-Sadlani.

Masjid merupakan Baitullah, di dalamnya Ia disembah dan senantiasa disebut nama-Nya. Masjid merupakan menara petunjuk dan bendera Islam. Allah memuliakan serta mengagungkan orang yang mengikatkan dirinya dengan masjid.

Allah berfirman.

“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah” [Al-Jin : 18]

Masjid-masjid itu dibangun agar manusia mengerjakan shalat dan berdzikir kepada Allah, membaca Al-Qur’an dan taqarrub kepada-Nya, merendah di hadapan-Nya dan mengharapkan pahala di sisi-Nya.

Sesungguhnya memakmurkan masjid adalah bagian terbesar untuk taqarub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di antara bagian dari memakmurkan masjid adalah membangun, membersihkan, membentangkan permadani, meneranginya dan masih banyak lagi bagian-bagian dari pemerliharaan masjid. Adapula memakmurkan masjid dengan i’tikaf di dalamnya, shalat dan senantiasa mendatanginya dengan berjama’ah, mengajarkan ilmu-ilmu yang bermanfaat, membaca Al-Qur’an, belajar dan mengajarkannya. As-Sunnah telah menjelaskan keutamaan dan balasan yang besar dalam memakmurkan, membangun dan memelihara masjid.
Continue Reading »


Daniel Streich
Daniel Streich, politikus Swiss, yang tenar karena kampanye menentang pendirian masjid di negaranya, tanpa diduga-duga, memeluk Islam.

Streich merupakan seorang politikus terkenal, dan ia adalah orang pertama yang meluncurkan perihal larangan kubah masjid, dan bahkan mempunyai ide untuk menutup masjid-masjid di Swiss. Ia berasal dari Partai Rakyat Swiss (SVP). Deklarasi konversi Streich ke Islam membuat heboh Swiss.

Streich mempropagandakan anti-gerakan Islam begitu meluas ke seantero negeri. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Negara itu, dan membuka jalan bagi opini publik terhadap mimbar dan kubah masjid.

Tapi sekarang Streich telah menjadi seorang pemeluk Islam. Tanpa diduganya sama sekali, pemikiran anti-Islam yang akhirnya membawanya begitu dekat dengan agama ini. Streich bahkan sekarang mempunyai keinginan untuk membangun masjid yang paling indah di Eropa di Swiss.

Yang paling menarik dalam hal ini adalah bahwa pada saat ini ada empat masjid di Swiss dan Streich ingin membuat masjid yang kelima. Ia mengakui ingin mencari “pengampunan dosanya” yang telah meracuni Islam. Sekarang adalah fakta bahwa larangan kubah masjid telah memperoleh status hukum.
Continue Reading »


Persoalan kemiskinan tampaknya menjadi problematika yang terus menerus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Tingginya angka pengangguran serta melambungnya harga-harga barang kebutuhan pokok menjadi fenomena yang selalu melekat pada kehidupan rakyat banyak. Wajarlah jika kemudian rakyat banyak yang semakin menderita. Daya beli mereka terus menurun. Berdasarkan kajian Tim Indonesia Bangkit, upah riil petani pada tahun 2007 mengalami penurunan sekitar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Demikian pula dengan upah riil buruh bangunan, pembantu rumah tangga, dan tukang potong rambut, mengalami penurunan masing-masing sebesar 2 persen, 0,5 persen, dan 2,5 persen. Masih dalam periode yang sama, upah riil buruh industri mengalami penurunan sebesar 1,2 persen. Menurunnya upah riil kelompok rakyat kecil tersebut mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terjadi tahun lalu sesungguhnya lebih banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat menengah ke atas.
Demikian pula dengan kenaikan harga bahan pangan yang mendorong tingginya inflasi pada dua bulan pertama di tahun 2008, meski masih berada dalam kisaran ekspektasi pasar. Tingkat inflasi yang terjadi pada bulan Februari 2008 misalnya, adalah sebesar 0,65 persen, dimana 0,41 persen diantaranya merupakan sumbangan bahan pangan. Jika ditinjau dari year on year inflation, yaitu dari Februari 2007 hingga Februari 2008, maka inflasi di negeri ini mencapai angka 7,40 persen. Dengan keadaan tersebut, bisa dipastikan kelompok masyarakat dhuafa menjadi kelompok yang paling menderita.
Continue Reading »


Masjid Menara Kudus punya gapura yang bentuknya berbeda dengan bangunan masjid pada umumnya di Indonesia. Gapura dan bangunan menara terbuat dari tumpukan batu merah yang menyisakan daya pikat.

Pada bulan Ramadhan, masjid kuno tersebut masih tetap menarik. Bukan saja bagi wisatawan manca negara, tetapi juga para peziarah domestik banyak berdatangan ke tempat tersebut. Banyak wisatawan lokal yang nampak khusuk membaca Alquran di sisi gapura yang berada di dalam masjid. Sengaja mendekati gapura tersebut dengan maksud agar lebih khusuk ketika berdoa. Gapura yang berada dalam masjid tersebut tetap kokoh seperti bentuk aslinya yang kaya nilai historis.

Pada Ramadhan, Masjid Menara Kudus ramai dikunjungi umat Muslim dari berbagai penjuru tanah air. Tak terkecuali para pedagang pun memanfaatkan momentum bulan suci itu untuk meraih keuntungan sambil menjajakan dagangannya di seputar kawasan masjid bersejarah tersebut.

Banyak di antara peziarah memanfaatkan Ramadhan ini selain untuk beritikaf, juga menziarahi makam Sunan Kudus yang lokasinya di sisi barat masjid tersebut. Usai membaca Alquran dan berdoa, para peziarah mengambil wudhu di kolam bagian luar kompleks makam yang terkenal dengan air sejuknya.

Masjid Menara Kudus terletak di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Masjid ini kini menjadi salah satu tempat bersejarah penting bagi umat Islam di Jawa.

Menurut sejarahnya, masjid tersebut berdiri pada 956 Hijriah atau 1549 Masehi dengan nama Masjid Al-Aqsa. Tempat itu dinamakan sama dengan salah satu masjid di Palestina yang kini tetap menjadi perhatian internasional itu.

Menurut kajian historis, adalah Ja`far Sodiq (kemudian dikenal sebagai Sunan Kudus) yang pernah membawa kenangan berupa sebuah batu dari Baitul Maqdis di Palestina untuk batu pertama pendirian masjid yang kemudian diberi nama masjid Al-Aqsa di Kudus itu.

Belakangan justru masjid tersebut populer dengan panggilan Menara Kudus. Hal ini lantaran merujuk pada menara candi di sisi timur yang memakai arsitektur bercorak Hindu Majapahit.

Ketika Islam masuk ke Nusantara, menurut Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, memang dengan bijak para penyebar Islam menghargai tradisi leluhur yang dijumpai sambil memperkenalkan ajaran Al Quran. Sehingga, antara agama dan budaya setempat saling menopang dan saling mengisi. Agama tak berkembang tanpa wadah budaya dan budaya akan hilang arah dan ruh tanpa bimbingan agama.
Continue Reading »


KUALA LUMPUR–Sebuah perusahaan Malaysia telah menemukan sebuah mesin yang diklaim akan membantu Muslim menyucikan diri dari hadast kecil (berwudhu) sebelum shalat tanpa berlebihan membuang air.

Mesin berwarna hijau ini dilengkapi dengan sensor otomatis dan cekungan untuk mengurangi penggunaan air secara berlebihan selama wudhu. Hiasan ornamen dan kaligrafi Arab digunakan untuk menggambarkan praktek wudhu seperti mencuci muka, tangan, dan kaki.

Wudhu merupakan ritual wajib yang dilakukan sebelum salat lima waktu. Jumlah Muslim di dunia saat ini lebih dari 1,7 milyar, dengan mayoritas di Afrika dan Timur Tengah yang relatif persediaan airnya terbatas.

AACE Technologies, Penemu mesin itu, menargetkan pembelian dari negara-negara kaya di kedua daerah tersebut. Mesin-mesin itu akan tersedia dalam enam bulan ke depan dengan harga satuanya antara $3.000 – $4.000.

“Mengirit air merupakan motivasi bagi orang untuk menggunakan sistem ini daripada metode konvensional, di mana ada banyak air terbuang percuma,” kata Direktur AACE, Anthony Gomez, kepada wartawan saat peluncuran produk di Kuala Lumpur.

Perangkat yang dilengakapi dengan rekaman ayat-ayat suci Alquran ini hanya menggunakan 1,3 liter (0,3 galon) air dalam sekali wudhu, kata Gomez.

“Selama pelaksaan ibadah haji, dua juta orang menggunakan 50 juta liter air per hari untuk wudhu. Jika mereka mnggunakan mesin ini, mereka dapat mengirit 40 juta liter per hari,” katanya.

Dubai telah menyatakan minatnya untuk menggunakan produk itu di bandara, kata Gomez, seraya menambahkan bahwa mesin itu telah dikembangkan selama 2 tahun dan telah menghabiskan biaya $2,5 juta.

AACE juga menargetkan masjid dan kantor dengan model-model baru yang dapat dipasang pada dinding per kelompok ada enam buah.

Pro-kontra atas penggunaan mesin wudhu berteknologi tinggi dan mahal di Malaysia ini pun mencuat.

“Gagasan itu baik dan dibangun sesuai dengan ajaran Islam. Tapi air di negeri ini murah, sehingga masih belum ada kebutuhan untuk memiliki mesin ini,” ungkap seorang pekerja kantoran yang bernama Aminuddin kepada Reuters.

Sementara Azman Mohamed Noor, seorang turis dari Singapura, yang memiliki persediaan air sedikit, mengatakan, mesin itu akan membantu melestarikan sumber daya alam.

“Tidak ada yang mustahil. Tentu saja kita mencoba cara-cara dan penemuan produk baru yang dapat menyelamatkan umat manusia. Penemuan yang dapat menyelamatkan alam,” katanya.

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/102854/mesin_wudhu_berteknologi_tinggi_diluncurkan_di_malaysia

Older Posts »